Rabu, 10 April 2013
size
Dewasa (cm) S M L XL XXL
Jumbo Panjang Badan 126 129
134 138 142 138 Lingkar
Badan 96/24 100/25 104/26
108/27 112/27,5 120 Panjang
Lengan 53 54 55 57 58 58 1/2 Lebar Lengan 13 14 15 16 16
1/2 Kerung Lengan 23 24 25
26 26,5 Lengan 19/20 22 23 24
24,5 Panjang Pundang (Bahu)
11,5 12 12,5 13 13 1/2 Kerung
Leher 9 10 10,5 11 11,5 Lebar Bawah 140/35 140/35 144/36
144/36 144/36 146/37
Keterangan Laki-Laki Dewasa
(cm) S M L XL XXL Jumbo
Lingkar Badan 100/25 108/27
16/29 124/31 128/32 Panjang Badan 70 70 73 75 78 1/2
Kerung Leher 10 10,5 11 11,5
11,5 Panjang Pundang (Bahu)
14 15 16 17 17 Panjang
Lengan 55 56 57 58 59 1/2
Kerung Lengan 22 23 24 25 26 1/2 Lingkar Lengan 14 15 16
17 17 Keterangan Laki-Laki
Anak (cm) TK SD S M L S M L
Panjang Badan 45 48 52 58 60
64 Lingkar Badan 72/18 76/19
80/20 84/21 88/22 92/23 Panjang Lengan 31 34 37 40
45 49 1/2 Lingkar Lengan 15
16 17 18 19 20 Panjang
Pundang (Bahu) 8 8 9 10 11 12
1/2 Kerung Leher 7 7 8 8 9 9
Pinggang 45 45 48 50 52 55 Panjang Celana 60 63 68 70 79
85 1/2 Pesak 22 23 26 28 29
30 1/2 Lingkar Kaki 16 17 18
19 20 21 1/2 Paha 23 24 25 26
27 28 1/4 Lingkar Pinggang 20
21 22 23 24 25 Keterangan Wanita Anak (cm) BATITA TK S
M L S M L Lingkar Badan 56/14
60/15 64/16 68/17 72/18 76/19
Panjang Jilbab 60 65 75 79 82
88 Lebar Bawah Jilbab 104/26
104/26 104/26 120/30 120/30 120/30 1/2 Kerung Leher 6 7 7
8 8 8 Panjang Pundang (Bahu)
6 6 6,5 7 8 8,5 1/2 Kerung
Lengan 12 12 12 13 14 15
Panjang Lengan 26 27 29 31
34 37 1/2 Lebar Lengan 10 10 10 11 11 11 Kerudung (Khimar)
30/40 30/40 30/40 33/43 37/47
40/50 Rampel Kerudung 7 7 7
7 7 7 Keterangan Wanita Anak
(cm) SD REMAJA S M L ABG 1
ABG 2 XS Lingkar Badan 80/20 84/21 88/22 92/23 96/24 92/23
Panjang Badan 94 99 105 117
119 126 Lebar Bawah Jilbab
140/35 140/35 140/35 140/35
140/35 140/35 1/2 Kerung
Leher 8 8,5 9 9 9 9 Panjang Pundang (Bahu) 8,5 9 10 11 11
10 1/2 Kerung Lengan 16 17
18 19 19 23 Panjang Lengan
45 48 50 52 52 53 1/2 Lebar
Lengan 11 12 12 13 13 13
Kerudung (Khimar) 43/53 47/57 50/60 55/65 57/67 Rampel
Kerudung 7 7 7 7 7
Jumbo Panjang Badan 126 129
134 138 142 138 Lingkar
Badan 96/24 100/25 104/26
108/27 112/27,5 120 Panjang
Lengan 53 54 55 57 58 58 1/2 Lebar Lengan 13 14 15 16 16
1/2 Kerung Lengan 23 24 25
26 26,5 Lengan 19/20 22 23 24
24,5 Panjang Pundang (Bahu)
11,5 12 12,5 13 13 1/2 Kerung
Leher 9 10 10,5 11 11,5 Lebar Bawah 140/35 140/35 144/36
144/36 144/36 146/37
Keterangan Laki-Laki Dewasa
(cm) S M L XL XXL Jumbo
Lingkar Badan 100/25 108/27
16/29 124/31 128/32 Panjang Badan 70 70 73 75 78 1/2
Kerung Leher 10 10,5 11 11,5
11,5 Panjang Pundang (Bahu)
14 15 16 17 17 Panjang
Lengan 55 56 57 58 59 1/2
Kerung Lengan 22 23 24 25 26 1/2 Lingkar Lengan 14 15 16
17 17 Keterangan Laki-Laki
Anak (cm) TK SD S M L S M L
Panjang Badan 45 48 52 58 60
64 Lingkar Badan 72/18 76/19
80/20 84/21 88/22 92/23 Panjang Lengan 31 34 37 40
45 49 1/2 Lingkar Lengan 15
16 17 18 19 20 Panjang
Pundang (Bahu) 8 8 9 10 11 12
1/2 Kerung Leher 7 7 8 8 9 9
Pinggang 45 45 48 50 52 55 Panjang Celana 60 63 68 70 79
85 1/2 Pesak 22 23 26 28 29
30 1/2 Lingkar Kaki 16 17 18
19 20 21 1/2 Paha 23 24 25 26
27 28 1/4 Lingkar Pinggang 20
21 22 23 24 25 Keterangan Wanita Anak (cm) BATITA TK S
M L S M L Lingkar Badan 56/14
60/15 64/16 68/17 72/18 76/19
Panjang Jilbab 60 65 75 79 82
88 Lebar Bawah Jilbab 104/26
104/26 104/26 120/30 120/30 120/30 1/2 Kerung Leher 6 7 7
8 8 8 Panjang Pundang (Bahu)
6 6 6,5 7 8 8,5 1/2 Kerung
Lengan 12 12 12 13 14 15
Panjang Lengan 26 27 29 31
34 37 1/2 Lebar Lengan 10 10 10 11 11 11 Kerudung (Khimar)
30/40 30/40 30/40 33/43 37/47
40/50 Rampel Kerudung 7 7 7
7 7 7 Keterangan Wanita Anak
(cm) SD REMAJA S M L ABG 1
ABG 2 XS Lingkar Badan 80/20 84/21 88/22 92/23 96/24 92/23
Panjang Badan 94 99 105 117
119 126 Lebar Bawah Jilbab
140/35 140/35 140/35 140/35
140/35 140/35 1/2 Kerung
Leher 8 8,5 9 9 9 9 Panjang Pundang (Bahu) 8,5 9 10 11 11
10 1/2 Kerung Lengan 16 17
18 19 19 23 Panjang Lengan
45 48 50 52 52 53 1/2 Lebar
Lengan 11 12 12 13 13 13
Kerudung (Khimar) 43/53 47/57 50/60 55/65 57/67 Rampel
Kerudung 7 7 7 7 7
Minggu, 09 Desember 2012
dendam
Dalam udara terbuka aku berdi menangis tertawa dengan tatapan yg memelas ke atas langit.Bibirku menganga tak kuasa menahan sakit yg mendera.Jiwaku bergelora terbakar api kemarahan yg entah pada siapa bisa kumelampiaskanya.
Semuanya serba samar,tak jelas.Namun dihari itu juga aku yakin kalau hari esok mentari masih terbit dari timur.Dalam kegelisahan kutanamkan api Dendam di dalam hati terdalamku agar tak Ada seorang pun Yg dapat meredam amarahku.
Aku pulang dan kenangan itu terlihat jelas di depan mataku.Senyuman seorang istri saat menyambut suaminya yg bru pulang kerja,menyediakan tea atau segelas air putih,seorang putri kecil yg mencium tangan ayahanda tercintanya.
Air mataku kembali berlinang tatkala aku membuka pintu kamarku,yg kulihat seorang bidadari dunia sedang menyisir rambut panjangnya.Kulangkahkan kakiku perlahan,tanganku berusaha menggapainya meski Kusadar itu hanyalah bayangan.
Amarahku memuncak dan kutinju cermin di depanku saat ku tak bisa menggapainya
bersambung,by cowok galo Dalam udara terbuka aku berdi menangis tertawa dengan tatapan yg memelas ke atas langit.Bibirku menganga tak kuasa menahan sakit yg mendera.Jiwaku bergelora terbakar api kemarahan yg entah pada siapa bisa kumelampiaskanya.
Semuanya serba samar,tak jelas.Namun dihari itu juga aku yakin kalau hari esok mentari masih terbit dari timur.Dalam kegelisahan kutanamkan api Dendam di dalam hati terdalamku agar tak Ada seorang pun Yg dapat meredam amarahku.
Aku pulang dan kenangan itu terlihat jelas di depan mataku.Senyuman seorang istri saat menyambut suaminya yg bru pulang kerja,menyediakan tea atau segelas air putih,seorang putri kecil yg mencium tangan ayahanda tercintanya.
Air mataku kembali berlinang tatkala aku membuka pintu kamarku,yg kulihat seorang bidadari dunia sedang menyisir rambut panjangnya.Kulangkahkan kakiku perlahan,tanganku berusaha menggapainya meski Kusadar itu hanyalah bayangan.
Amarahku memuncak dan kutinju cermin di depanku saat ku tak bisa menggapainya
bersambung,by cowok galo Dalam udara terbuka aku berdi menangis tertawa dengan tatapan yg memelas ke atas langit.Bibirku menganga tak kuasa menahan sakit yg mendera.Jiwaku bergelora terbakar api kemarahan yg entah pada siapa bisa kumelampiaskanya.
Semuanya serba samar,tak jelas.Namun dihari itu juga aku yakin kalau hari esok mentari masih terbit dari timur.Dalam kegelisahan kutanamkan api Dendam di dalam hati terdalamku agar tak Ada seorang pun Yg dapat meredam amarahku.
Aku pulang dan kenangan itu terlihat jelas di depan mataku.Senyuman seorang istri saat menyambut suaminya yg bru pulang kerja,menyediakan tea atau segelas air putih,seorang putri kecil yg mencium tangan ayahanda tercintanya.
Air mataku kembali berlinang tatkala aku membuka pintu kamarku,yg kulihat seorang bidadari dunia sedang menyisir rambut panjangnya.Kulangkahkan kakiku perlahan,tanganku berusaha menggapainya meski Kusadar itu hanyalah bayangan.
Amarahku memuncak dan kutinju cermin di depanku saat ku tak bisa menggapainya
bersambung,by cowok galo
Semuanya serba samar,tak jelas.Namun dihari itu juga aku yakin kalau hari esok mentari masih terbit dari timur.Dalam kegelisahan kutanamkan api Dendam di dalam hati terdalamku agar tak Ada seorang pun Yg dapat meredam amarahku.
Aku pulang dan kenangan itu terlihat jelas di depan mataku.Senyuman seorang istri saat menyambut suaminya yg bru pulang kerja,menyediakan tea atau segelas air putih,seorang putri kecil yg mencium tangan ayahanda tercintanya.
Air mataku kembali berlinang tatkala aku membuka pintu kamarku,yg kulihat seorang bidadari dunia sedang menyisir rambut panjangnya.Kulangkahkan kakiku perlahan,tanganku berusaha menggapainya meski Kusadar itu hanyalah bayangan.
Amarahku memuncak dan kutinju cermin di depanku saat ku tak bisa menggapainya
bersambung,by cowok galo Dalam udara terbuka aku berdi menangis tertawa dengan tatapan yg memelas ke atas langit.Bibirku menganga tak kuasa menahan sakit yg mendera.Jiwaku bergelora terbakar api kemarahan yg entah pada siapa bisa kumelampiaskanya.
Semuanya serba samar,tak jelas.Namun dihari itu juga aku yakin kalau hari esok mentari masih terbit dari timur.Dalam kegelisahan kutanamkan api Dendam di dalam hati terdalamku agar tak Ada seorang pun Yg dapat meredam amarahku.
Aku pulang dan kenangan itu terlihat jelas di depan mataku.Senyuman seorang istri saat menyambut suaminya yg bru pulang kerja,menyediakan tea atau segelas air putih,seorang putri kecil yg mencium tangan ayahanda tercintanya.
Air mataku kembali berlinang tatkala aku membuka pintu kamarku,yg kulihat seorang bidadari dunia sedang menyisir rambut panjangnya.Kulangkahkan kakiku perlahan,tanganku berusaha menggapainya meski Kusadar itu hanyalah bayangan.
Amarahku memuncak dan kutinju cermin di depanku saat ku tak bisa menggapainya
bersambung,by cowok galo Dalam udara terbuka aku berdi menangis tertawa dengan tatapan yg memelas ke atas langit.Bibirku menganga tak kuasa menahan sakit yg mendera.Jiwaku bergelora terbakar api kemarahan yg entah pada siapa bisa kumelampiaskanya.
Semuanya serba samar,tak jelas.Namun dihari itu juga aku yakin kalau hari esok mentari masih terbit dari timur.Dalam kegelisahan kutanamkan api Dendam di dalam hati terdalamku agar tak Ada seorang pun Yg dapat meredam amarahku.
Aku pulang dan kenangan itu terlihat jelas di depan mataku.Senyuman seorang istri saat menyambut suaminya yg bru pulang kerja,menyediakan tea atau segelas air putih,seorang putri kecil yg mencium tangan ayahanda tercintanya.
Air mataku kembali berlinang tatkala aku membuka pintu kamarku,yg kulihat seorang bidadari dunia sedang menyisir rambut panjangnya.Kulangkahkan kakiku perlahan,tanganku berusaha menggapainya meski Kusadar itu hanyalah bayangan.
Amarahku memuncak dan kutinju cermin di depanku saat ku tak bisa menggapainya
bersambung,by cowok galo
Selasa, 20 November 2012
rumahmu di mana?
.Pemilik sebuah rumah di Utan
Kayu, Jakarta memasang
pengumuman ini. Dalam
kaidah EYD, penggunaan kata
“di” yang dipisah berfungsi
sebagai preposisi (kata depan) yang menerangkan
[biasa] tempat atau waktu;
“di tengah hari”, “di
Jakarta”, “di rumah”. Penggunaan kata “di” banyak
‘dikacaukan’ karena mereka
menganggap fungsinya sama
saja. Pada kasus ini, “Di
Jual” seharusnya ditulis
bersambung, “dijual”, karena maksudnya sebagai prefiks/
awalan pasif demi
menerangkan bahwa “rumah
tersebut dijual”. Bisa dibayangkan kalau ada
benar-benar tempat bernama
“Jual”, lalu Anda menyangka
“rumah orang ini di Jual.”
“Oh, kami tahu sekarang
rumahnya di mana.”ilmu fiqih dalam kitab fathul muin: gara-gara gaul
Kayu, Jakarta memasang
pengumuman ini. Dalam
kaidah EYD, penggunaan kata
“di” yang dipisah berfungsi
sebagai preposisi (kata depan) yang menerangkan
[biasa] tempat atau waktu;
“di tengah hari”, “di
Jakarta”, “di rumah”. Penggunaan kata “di” banyak
‘dikacaukan’ karena mereka
menganggap fungsinya sama
saja. Pada kasus ini, “Di
Jual” seharusnya ditulis
bersambung, “dijual”, karena maksudnya sebagai prefiks/
awalan pasif demi
menerangkan bahwa “rumah
tersebut dijual”. Bisa dibayangkan kalau ada
benar-benar tempat bernama
“Jual”, lalu Anda menyangka
“rumah orang ini di Jual.”
“Oh, kami tahu sekarang
rumahnya di mana.”ilmu fiqih dalam kitab fathul muin: gara-gara gaul
Kamis, 11 Oktober 2012
bako
Selinting gele ditangan berserak
botol minuman.Tentuny a lo pada tau lagu itu.
Ini cerita gue,kemarin sempet gue
di tangkap satpol pp,gara-
garanya gue ngelinting di trotoar jalan raya sambil jongkok
kaya orang lagi modol di sungai.
Lo tau apa yg gue rasakan,pasti
kagak.Ni gue kasih bocoran
dikit.Waktu itu hati gue bahagia
banget akan dapat tempat tidur dan makan gratis,nyatanya jauh dari bayangan,gue di bawa ke
ruang staf yg kosong,lalu di
suruh duduk.Ga brapa lama smua
berkumpul di ruangan itu,sembari
membawa kopi hitam beberapa
gelas.Lalu salah seorang dari mereka menyuruhku
mengeluarkan tembakau yg
kubawaq,katanya "biasa bulan tua,duit dah pada ludes.Parahnya
ga ada penggusuran lahan" gue
tersenyum sembari ngeluarin
tembakau cap bedog yg rasanya
banget visan.
botol minuman.Tentuny a lo pada tau lagu itu.
Ini cerita gue,kemarin sempet gue
di tangkap satpol pp,gara-
garanya gue ngelinting di trotoar jalan raya sambil jongkok
kaya orang lagi modol di sungai.
Lo tau apa yg gue rasakan,pasti
kagak.Ni gue kasih bocoran
dikit.Waktu itu hati gue bahagia
banget akan dapat tempat tidur dan makan gratis,nyatanya jauh dari bayangan,gue di bawa ke
ruang staf yg kosong,lalu di
suruh duduk.Ga brapa lama smua
berkumpul di ruangan itu,sembari
membawa kopi hitam beberapa
gelas.Lalu salah seorang dari mereka menyuruhku
mengeluarkan tembakau yg
kubawaq,katanya "biasa bulan tua,duit dah pada ludes.Parahnya
ga ada penggusuran lahan" gue
tersenyum sembari ngeluarin
tembakau cap bedog yg rasanya
banget visan.
tak kuduga tak kusangka,nenekku ketularan virus abg.pulang kerja jam 2 siang,kudapati nenek tengah menangis di kursi tengah rumah.aku mendekatinya,setelah duduk di sampinya kuelus punggungnya dan bertanya,"kenapa nek?" bukan menjawab,ia malah makin keras menangis,kemudian aku bertanya kembali,"nenek ingat ma kakek lagi ya?"
ia mengangkat kepalanya,sembari menoleh ia menjawab"bukan zal,nenek pengen pake behel."
dalam hati aku berkata,"dasar nenek peot,gak ngaca apa gigi tinggal tiga juga,tp biarlah kasihan juga" setelah kukasih uangnya,ia buru-buru pergi ke salon.
Lagi enak duduk nyantai di kursi
depan sambil nyoo tengtop.Nenek
yg baru pulang dari salon
menghampiriku,dari berdiri sampai duduk ia ga berhenti
nunjukin behelnya padaku,aku
tersenyum geli melihtny,sembar i berkata,"udah puas nenek pake
behel"
Ia menjawab pertanyaanku
dengan senyuman yg super wow
nenek gue gitu loh.Lalu aku
berkata kembali,"apaan sih sunyam senyum,kaya orgil tau
gak"
Mendengar perkataanku ia baru
bicara,"nenek pengen di ribonding
terus di blicing,he,,,he ,,," Mendengar kata-katanya,ak u mengkrenyitkan keningku.Dalam
hati aku berkata,"nenek, nenek udah bau tanah juga masih
sempet ingin berpenampilan
sempurna."aku mengeluarkan
dompetku dan memberikan uang
pas padanya,dengan cepat ia
menyambar uang itu lalu menghitungnya,r eaksinya berbeda,ia tampak kecewa
dengan uang yg kuberikan,lalu
aku bertanya,"kenap a nek,kurang ya" tanpa xpresi ia
menganggukan kepalanya sembari
berkata,sembari mengusap2 kulitnya yg udah peot"selain di
ribonding,di blcing nenek juga
ingin pedikiur manikiur."
Tanpa banyak bicara kuberikan
dompetku padanya,"habisk an semuanya nek,"padahal dalam
hati aku ingin sekali menguburnya
hidup-hidup.
Hah cape eui,maaf bila ada
kesamaan dalam cerpen ini,
zulfa
ia mengangkat kepalanya,sembari menoleh ia menjawab"bukan zal,nenek pengen pake behel."
dalam hati aku berkata,"dasar nenek peot,gak ngaca apa gigi tinggal tiga juga,tp biarlah kasihan juga" setelah kukasih uangnya,ia buru-buru pergi ke salon.
Lagi enak duduk nyantai di kursi
depan sambil nyoo tengtop.Nenek
yg baru pulang dari salon
menghampiriku,dari berdiri sampai duduk ia ga berhenti
nunjukin behelnya padaku,aku
tersenyum geli melihtny,sembar i berkata,"udah puas nenek pake
behel"
Ia menjawab pertanyaanku
dengan senyuman yg super wow
nenek gue gitu loh.Lalu aku
berkata kembali,"apaan sih sunyam senyum,kaya orgil tau
gak"
Mendengar perkataanku ia baru
bicara,"nenek pengen di ribonding
terus di blicing,he,,,he ,,," Mendengar kata-katanya,ak u mengkrenyitkan keningku.Dalam
hati aku berkata,"nenek, nenek udah bau tanah juga masih
sempet ingin berpenampilan
sempurna."aku mengeluarkan
dompetku dan memberikan uang
pas padanya,dengan cepat ia
menyambar uang itu lalu menghitungnya,r eaksinya berbeda,ia tampak kecewa
dengan uang yg kuberikan,lalu
aku bertanya,"kenap a nek,kurang ya" tanpa xpresi ia
menganggukan kepalanya sembari
berkata,sembari mengusap2 kulitnya yg udah peot"selain di
ribonding,di blcing nenek juga
ingin pedikiur manikiur."
Tanpa banyak bicara kuberikan
dompetku padanya,"habisk an semuanya nek,"padahal dalam
hati aku ingin sekali menguburnya
hidup-hidup.
Hah cape eui,maaf bila ada
kesamaan dalam cerpen ini,
zulfa
Rabu, 10 Oktober 2012
ulrojali
Selinting gele ditangan berserak botol minuman.Tentunya lo pada tau lagu itu.
Ini cerita gue,kemarin sempet gue di tangkap satpol pp,gara-garanya gue ngelinting di trotoar jalan raya sambil jongkok kaya orang lagi modol di sungai.
Lo tau apa yg gue rasakan,pasti kagak.Ni gue kasih bocoran dikit.Waktu itu hati gue bahagia banget akan dapat tempat tidur dan makan gratis,nyatanya jauh dari bayangan,gue di bawa ke ruang staf yg kosong,lalu di suruh duduk.Ga brapa lama smua berkumpul di ruangan itu,sembari membawa kopi hitam beberapa gelas.Lalu salah seorang dari mereka menyuruhku mengeluarkan tembakau yg kubawaq,katanya"biasa bulan tua,duit dah pada ludes.Parahnya ga ada penggusuran lahan" gue tersenyum sembari ngeluarin tembakau cap bedog yg rasanya banget visan.
ilmu fiqih dalam kitab fathul muin: rindu taya padana
Ini cerita gue,kemarin sempet gue di tangkap satpol pp,gara-garanya gue ngelinting di trotoar jalan raya sambil jongkok kaya orang lagi modol di sungai.
Lo tau apa yg gue rasakan,pasti kagak.Ni gue kasih bocoran dikit.Waktu itu hati gue bahagia banget akan dapat tempat tidur dan makan gratis,nyatanya jauh dari bayangan,gue di bawa ke ruang staf yg kosong,lalu di suruh duduk.Ga brapa lama smua berkumpul di ruangan itu,sembari membawa kopi hitam beberapa gelas.Lalu salah seorang dari mereka menyuruhku mengeluarkan tembakau yg kubawaq,katanya"biasa bulan tua,duit dah pada ludes.Parahnya ga ada penggusuran lahan" gue tersenyum sembari ngeluarin tembakau cap bedog yg rasanya banget visan.
ilmu fiqih dalam kitab fathul muin: rindu taya padana
Langganan:
Postingan (Atom)
